Sabtu | 02 Mei 2026 15:35:25 WIB
NASIONAL
Swabina Gatra Bekali Ilmu Ketahanan Pangan Bagi Karyawannya
RAKYATNASIONAL.COM,- Jogjakarta, rakyatnasional.com --- Dalam upaya terus meningkatkan kesejahteraan bagi para karyawan terutama bagi karyawan yang sudah mendekati masa pensiun, PT Swabina Gatra membekali seluruh karyawannya secara bertahap per skala prioritas.
Hal itu disampaikan oleh President Director PT Swabina Gatra Hj. Nur Ani, S.E., M.S.A., saat melakukan kunjungan di Joglo Tani Indonesia yang beralamat di Sleman, Jogjakarta, Jumat(01/05/2026).
Dalam kunjungan tersebut Nur Aini didampingi Finance & Risk Management Director H. Mustofa Kamal Pasah,S.E., dan seluruh jajaran Manager PT Swabina Gatra.
Pada kesempatan tersebut Nur Aini dan rombongan disambut hangat oleh pimpinan Joglo Tani Indonesia, TO Suprapto.
Dengan sersan (serius tapi santai) dan penuh dengan canda tawa, TO Suprapto (Teo, panggilan akrabnya), memberikan transfer knowledge kepada rombongan tamu dari jajaran management PT Swabina Gatra, tentang pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Jampangmas(Jaminan Pangan Masyarakat/Jampangkar(Jaminan Pangan Karyawan).
"Untuk tercapainya usaha tersebut, kita semua harus memiliki jiwa GILA (Gagasan Ide Langsung Aksi)" ungkap Teo mengawali obrolannya dalam pertemuan tersebut.
Menurut Teo, ketahanan pangan keluarga atau lebih meningkat lagi kepada tatanan penguatan ekonomi dan ketahanan pangan di tingkat keluarga ini harus benar-benar difahami, karena pada dasarnya pangan merupakan kebutuhan pokok dan sangat mendasar bagi kehidupan setiap manusia, sebelum sandang dan papan.
Apalagi, lanjut Teo, management ekonomi keluarga/rumah tangga sangat jarang ada yg mendokumentasikan.
Masih menurut Teo, harapan yang baik. hanya bisa tercapai dengan kesungguhan yang konsisten. Dengan kata lain, tidak ada keinginan yang tercapai tanpa kita melakukan. Artinya, setelah ada niat harus ada tindakan. Untuk itu kita semua hrs mencari Ilmu kepada 4 Guru : Guru Rupa, Guru Sabda, Guru Laku, & Guru Sejati..
Selanjutnya untuk melaksanakan semua Ilmu itu harus memiliki Semboyan JOSS ( Jangan Omong saja), yang berarti harus benar2 melaksanakan / mewujudkan Niat tersebut.
Untuk mewujudkan niat tersebut harus memiliki kunci untuk membuka Keluarga Mandiri Pangan, yaitu : 445559.
Yang dimaksud dengan 4 pertama adalah 4 pilar : Religi, Ekososbud, Pekerjaan, Pendidikan.
Angka 4 yang ke dua yaitu : 4 Unite Usaha: Pembibitan, Produksi, Jasa pemasaran, Pasca panen.
Sementara itu yang dimaksud dengan angka 5 pertama yaitu 5 prinsip : Niat, Bekerja, Jujur, Ibadah, Iklas.
Adapun angka 5 yang ke dua yaitu 5 modal awal: perubahan sikap, Paham, Terampil, Manajemen, Sarana.
Selain itu juga hrs memilki 5 Modal Dasar: SDM, SDA, Sosial, Fisik, , Finance.
Yang terakhir maksud dari angka 9 adalah 9 rencana tindak lanjut : Kegiatan, Lokasi, Waktu, yg terlibat, Sarana,Dana, Sumber Dana, PJ, Keluaran.
"Pemanfaatan lahan lebih Optimal, salah satu solusi untuk meningkatkan dr ketahanan Pangan menuju Kemandirian Pangan. & penguatan Ekonomi diantaranya : Pemanfaatan lahan ( PLT) , kawasan rumah Pangan Lestari ( KRPL) Nandur opo sing dipangan, mangan opo sing ditandur. Oyot, Kayu, Godong, Kembang, woh ( Buah). Iwak, Iwen, Raja Kaya", tutup Teo sembari melontarkan senyum bangga.
Seusai pertemuan dan kunjungan ke lapangan, Nur Aini dan Mustofa sepakat akan segera mengambil langkah kebijakan menularkan pengetahuan tentang ketahanan pangan hingga ketahanan ekonomi tersebut kepada para karyawannya secara bertahap dan per skala prioritas.(rnc-01)**
Hal itu disampaikan oleh President Director PT Swabina Gatra Hj. Nur Ani, S.E., M.S.A., saat melakukan kunjungan di Joglo Tani Indonesia yang beralamat di Sleman, Jogjakarta, Jumat(01/05/2026).
Dalam kunjungan tersebut Nur Aini didampingi Finance & Risk Management Director H. Mustofa Kamal Pasah,S.E., dan seluruh jajaran Manager PT Swabina Gatra.
Pada kesempatan tersebut Nur Aini dan rombongan disambut hangat oleh pimpinan Joglo Tani Indonesia, TO Suprapto.
Dengan sersan (serius tapi santai) dan penuh dengan canda tawa, TO Suprapto (Teo, panggilan akrabnya), memberikan transfer knowledge kepada rombongan tamu dari jajaran management PT Swabina Gatra, tentang pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Jampangmas(Jaminan Pangan Masyarakat/Jampangkar(Jaminan Pangan Karyawan).
"Untuk tercapainya usaha tersebut, kita semua harus memiliki jiwa GILA (Gagasan Ide Langsung Aksi)" ungkap Teo mengawali obrolannya dalam pertemuan tersebut.
Menurut Teo, ketahanan pangan keluarga atau lebih meningkat lagi kepada tatanan penguatan ekonomi dan ketahanan pangan di tingkat keluarga ini harus benar-benar difahami, karena pada dasarnya pangan merupakan kebutuhan pokok dan sangat mendasar bagi kehidupan setiap manusia, sebelum sandang dan papan.
Apalagi, lanjut Teo, management ekonomi keluarga/rumah tangga sangat jarang ada yg mendokumentasikan.
Masih menurut Teo, harapan yang baik. hanya bisa tercapai dengan kesungguhan yang konsisten. Dengan kata lain, tidak ada keinginan yang tercapai tanpa kita melakukan. Artinya, setelah ada niat harus ada tindakan. Untuk itu kita semua hrs mencari Ilmu kepada 4 Guru : Guru Rupa, Guru Sabda, Guru Laku, & Guru Sejati..
Selanjutnya untuk melaksanakan semua Ilmu itu harus memiliki Semboyan JOSS ( Jangan Omong saja), yang berarti harus benar2 melaksanakan / mewujudkan Niat tersebut.
Untuk mewujudkan niat tersebut harus memiliki kunci untuk membuka Keluarga Mandiri Pangan, yaitu : 445559.
Yang dimaksud dengan 4 pertama adalah 4 pilar : Religi, Ekososbud, Pekerjaan, Pendidikan.
Angka 4 yang ke dua yaitu : 4 Unite Usaha: Pembibitan, Produksi, Jasa pemasaran, Pasca panen.
Sementara itu yang dimaksud dengan angka 5 pertama yaitu 5 prinsip : Niat, Bekerja, Jujur, Ibadah, Iklas.
Adapun angka 5 yang ke dua yaitu 5 modal awal: perubahan sikap, Paham, Terampil, Manajemen, Sarana.
Selain itu juga hrs memilki 5 Modal Dasar: SDM, SDA, Sosial, Fisik, , Finance.
Yang terakhir maksud dari angka 9 adalah 9 rencana tindak lanjut : Kegiatan, Lokasi, Waktu, yg terlibat, Sarana,Dana, Sumber Dana, PJ, Keluaran.
"Pemanfaatan lahan lebih Optimal, salah satu solusi untuk meningkatkan dr ketahanan Pangan menuju Kemandirian Pangan. & penguatan Ekonomi diantaranya : Pemanfaatan lahan ( PLT) , kawasan rumah Pangan Lestari ( KRPL) Nandur opo sing dipangan, mangan opo sing ditandur. Oyot, Kayu, Godong, Kembang, woh ( Buah). Iwak, Iwen, Raja Kaya", tutup Teo sembari melontarkan senyum bangga.
Seusai pertemuan dan kunjungan ke lapangan, Nur Aini dan Mustofa sepakat akan segera mengambil langkah kebijakan menularkan pengetahuan tentang ketahanan pangan hingga ketahanan ekonomi tersebut kepada para karyawannya secara bertahap dan per skala prioritas.(rnc-01)**



















