Rabu | 20 November 2024 09:32:34 WIB
RAGAM INDONESIA
Wisuda Unindra Ke 95, Pemerintah Diminta Tidak Memberatkan Perguruan Tinggi Swasta
RAKYATNASIONAL.COM,- Wisuda Unindra Ke 95, Pemerintah Diminta Tidak Memberatkan Perguruan Tinggi Swasta
Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) pada Selasa 19 November 2024 bertempat di Sasono Utomo TMII kembali menggelar Wisuda, dan dalam Wisuda ke 95 kali ini, Unindra melepas 1.104 Wisudawan Sarjana (S1) serta Magister (S2), dalam kesempatan tersebut, Rektor Unindra Prof H Sumaryoto berharap Pemerintah melakui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi untuk bisa mengkaji ulang peraturan-peraturan yang belum lama dikeluarkan, agar ditinjau ulang agar tidak memberatkan pengelola Lembaga Pendidikan Tinggi di Indonesia.
Keputusan yang saat itu dikeluarkan Menenristek Dikti, dimana aturan Dosen harus bersertifikat Doktor di Universitas dengan jumlah minimal 20% sangat memberatkan Lembaga Pendidikan Tinggi, apalagi Unindra yang didirikan tahun 2004, dosen tetap di Unindra yang saat ini berjumlah 1.121 orang sebagian besar adalah dosen muda, karena saat itu memang dibolehkan dosen berpendidikan S2, sehingga butuh waktu untuk meningkatkan kualifikasi dosen dari S2 ke S3, sehingga butuh waktu untuk menjadikan dosen muda menjadi Doktor.
Berbagai upaya sudah dilakukan dengan memberikan bantuan beasiswa kepada Dosen untuk studi lanjut ke S3, karena keuangan di Unindra juga tidak sebesar Universitas lain yang berbayar mahal, karena sebagaimana Visi Unindra adalah memberikan kesempatan kepada Generasi Penerus Bangsa untuk menyelesaikan pendidikan tinggi, sehingga biaya kuliah di Unindra sangat murah, dan terjangkau masyarakat.
Aturan lain yang dikelarkan Kemenristekdikti nomor 44 tahun 2024, adalah Mewajibkan Dosen agar berpenghasilan atau Gaji diatas Upah Minimal Provinsi (UMP) ini juga menjadi beban pengelola Lembaga Pendidikan Tinggi, karena selama ini Gaji Pokok Dosen di Unindra sudah sama dengan Perguruan Tinggi Negeri, jadi kalau sesuai ketentuan baru, harus dinaikkan diatas UMP atau UMR, ini akan membebani lembaga pendidikan tinggi, sebagaimana informasi yang terbaru, Pemerintah juga akan mengenakan Pajak di sektor pendidikan, ini jelas akan membebani pengelola perguruan tinggi, untuk itulah dengan Pemerintahan yang baru, serta dengan institusi Kementerian Pendidikan yang juga baru, khususnya Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, agar bisa meninjau ulang kebijakan-kebijakan yang bisa memberatkan pengelola perguruan tinggi, Pemerintah harus berpihak kepada masyarakat kecil, agar Generasi Penerus Bangsa bisa menyelesaikan pendidikan tinggi dengan biaya yang murah dan terjangkau, dan Subsidi kepada Perguruan Tinggi agar ditingkatkan, pintanya.
Diakuinya bahwa Pandemi Covid 19 beberapa tahun lalu telah berdampak kepada Unindra maupun perguruan tinggi lain, dimana banyak Mahasiswa yang putus kuliah hingga tidak bisa menyelesaikan program Sarjana, bahkan hingga saat ini 6.000 mahasiswa yang telah selesai studi di Unindra namun mereka tidak bisa mengambil ijazah, karena tidak mampu menyelesaikan adminstrasi, padahal biaya kuliah di Unindra 1.300.000,- (Satu juta tiga ratus ribu rupiah) persemester, atau sekitar 200 ribu rupiah perbulan, kalau uang kuliah di naikkan bisa berdampak berkurangnya jumlah mahasiswa, sehingga akan mengurangi kesempatan bagi lulusan SMA/K atau yang sederajat untuk menyelesaikan Sarjana, padahal bangsa ini punya tanggungjawab untuk mencerdaskan kehidupan bagsa, ungkap Prof Sumaryoto.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-DIKTI) Wilayah III Jakarta, Prof Toni Toharudin dalam sambutannya Mengapresiasi Unindra sebagai salah satu perguruan tinggi yang telah lama berdiri dalam berkontribusi yang sangat luar biasa, mencetak generasi yang berdaya saing, di dalam mencetak generasi yang berintegritas juga berkomitmen untuk membangun negeri yang tercinta, dan hari ini kita telah melihat hasil dari upaya kerja keras tersebut, dengan melepas Mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas Akademik, dan Wisuda ini adalah wujud nyata dari keberhasilan yang dijalankan selama menempuh studi di Unindra.
Bagi para wisudawan wisudawati tidak boleh berhenti sampai di sini, namu dengan gelar Sarjana yang telah disandang, bukanlah akhir dari perjalanan, namun merupakan awal dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara, hari ini adalah awal perjalanan anda sebagai Agent of Change atau agen perubahan di masyarakat.
Saya ingin menyampaikan beberapa pesan penting yang bisa menjadi pedoman kalian ke depan, pertama manfaatkan ilmu yang anda raih, dimana ada tanggung jawab besar di pundak kalian, gunakan ilmu untuk membawa perubahan di lingkungan sekitar atau tempat kerja anda, Jadilah pemimpin yang peduli, Jadilah pemimpin yang inovatif, yang mampu menghadapi tantangan Global saat ini.
Yang kedua teruslah belajar dan terus selalu berinovasi, dunia berubah dengan cepat, terutama di era digital dan revolusi industri 4.0 menuju 5.0 jangan berhenti belajar, Jadilah pribadi yang aktif Jadilah pribadi yang terus berusaha untuk meningkatkan kompetensi, yang ketiga menjaga integritas dan juga etika, sebagai lulusan Universitas kalian, sehingga diharapkan menjadi Teladan di masyarakat, jaga integritas dan etika di dalam setiap langkah kalian, hal ini adalah pondasi yang akan menentukan keberhasilan anda di masa depan, dan yang keempat bangun kolaborasi untuk pembangunan berkelanjutan, saat ini kolaborasi menjadi kunci utama di dalam menyelesaikan permasalahan yang kompleks, dan terus bangun jaringan untuk menciptakan solusi yang berdampak luas.
Saya juga ingin mengapresiasi kepada UNINDRA di dalam menghasilkan lulusan-lulusan sekarang ini sudah yang kompeten, upaya universitas di dalam menjaga kualitas pendidikan, mengembangkan riset dan juga melaksanakan pengabdian masyarakat, semoga UNINDRA terus menjadi pelopor di dalam negeri, dalam mencetak generasi muda yang cerdas, generasi muda yang kreatif dan juga generasi muda yang percaya diri, tegas Prof Toni Toharudin.
Penghargaan yang tinggi juga diberikan Ketua Pengurus Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (YPLP-PT) PGRI Jakarta, Drs H Diding Zainudin, MM, Yayasan mengapresiasi seluruh Pimpinan, Dosen serta Mahasiswa Unindra sehingga saat ini Unindra terus memperoleh kepercayaan dari masyarakat, dengan jumlah mahasiswa 30 ribu lebih, sehingga Unindra merupakan Universitas dengan mahasiswa terbanyak, dari Universita PGRI di seluruh Indonesia, bahkan Unindra diperdaya pemerintah untuk membuka program S3, hal ini menjadikan perguruan tinggi PGRI pertama dari seluruh perguruan tinggi PGRI dari seluruh Indonesia, yang membuka program Doktor (S3), untuk itu kami mengapresiasi bapak Rektor bersama para dosen dan jajarannya.
Kita bersyukur Unindra juga terus meraih berbagai prestasi baik ditingkat provinsi maupun nasional, ini berkat kerja keras seluruh civitas Unindra, dan dalam pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, Unindra telah berpartisipasi dalam pelestarian seni budaya, melalui pergelaran Wayang Kulit dan bekerjasama dengan beberapa stasiun TV Nasional maupun di Daerah, bahkan Unindra merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang melakukan pergelaran Wayang Kulit di beberapa Universitas di luar negeri, seperti India, Belanda, Rusia, Malaysia serta beberapa negara Asia, ini wujud kepedulian sosial dan Pengabdian Masyarakat.
Bagi para Wisudawan yang akan masuk di dunia kerja hendaknya bisa melakukan adaptasi, dan lakukan penyesuaian sebagaimana hasil pembelajaran di Unindra, untuk bisa sampai pada peningkatan kualitas dan integritas, bangunlah suasana yang kondusif penuh kepekaan di lingkungan kita, bangun juga sikap rendah hati, pintanya.
Ketua PGRI Provinsi Daerah Khusus Jakarta Dr. H Adi Dasmin, MM, mengungkapkan bahwa di Indonesia memiliki sekitar 4.500 perguruan tinggi dengan meluluskan 600 ribu sampai 700 ribu sarjana setiap tahun, sementara kalau kita melihat negara lain, seperti Amerika Serikat memiliki sekitar 4.000 perguruan tinggi, dan setiap tahun meluluskan sekitar 2 juta, di Tiongkok (China) dengan 2.500 Universitas bisa meluluskan 8 juta Sarjana setiap tahun, demikian juga India dengan mampu mencetak 2,5 juta setiap tahun, sehingga kontribusi perguruan tinggi di Indonesia baru menyumbangkan 35% lulusan SMA/K atau yang sederajat, sementara di negara lain sudah diatas 50%, ini sebuah angka jauh jika dibandungkan di Indonesia, hal tersebut menjadi tantangan Pemerintah saat ini dalam mencetak Sumber Daya Manusia yang unggul.
Dan para Wisudawan merupakan Generasi Penerus Bangsa yang memiliki kesempatan menjadi Sarjana, dimana diluar sana masih banyak pemuda yang tidak bisa melanjutkan hingga ke jenjang Sarjana, serta belum mencapai akses menuju pendidikan tinggi, di negara-negara lain seperti Jerman dan sebagainya sampai 50%, sehingga Wisudawan adalah orang-orang yang berhasil melewati tantangan serta telah menunjukkan ketekunan, Kerja keras, semangat yang luar biasa, sehingga bisa menyelesaikan pendidikan tinggi, di tengah berbagai kehidupan maupun tantangan. Dan anda sangat beruntung bisa mengenyam pendidikan tinggi di Unindra yang biaya kuliahnya sangat terjangkau.
Sebagai seorang Sarjana maupun Magister saudara saatnya untuk memasuki dunia kerja, tentu saja ilmu yang sudah diraih harus diiringi dengan tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata, baik sebagai pemimpin, ilmuwan, pengusaha atau profesional yang bisa mengubah dunia menjadi yang lebih baik, ingat ini bukan akhir tetapi awal untuk menghadapi tantangan yang lebih besar
Dan saya berpesan informasikan kepada sodara, teman yang lulus S1 sekarang ini bisa langsung daftar S2, demikian juga yang sudah Magister bisa langsung daftar program Doktor (S3) di Unindra, dengan pembiayaan yang sangat terjangkau, pinda Dr. H Adi Dasmin (Red)
Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) pada Selasa 19 November 2024 bertempat di Sasono Utomo TMII kembali menggelar Wisuda, dan dalam Wisuda ke 95 kali ini, Unindra melepas 1.104 Wisudawan Sarjana (S1) serta Magister (S2), dalam kesempatan tersebut, Rektor Unindra Prof H Sumaryoto berharap Pemerintah melakui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi untuk bisa mengkaji ulang peraturan-peraturan yang belum lama dikeluarkan, agar ditinjau ulang agar tidak memberatkan pengelola Lembaga Pendidikan Tinggi di Indonesia.
Keputusan yang saat itu dikeluarkan Menenristek Dikti, dimana aturan Dosen harus bersertifikat Doktor di Universitas dengan jumlah minimal 20% sangat memberatkan Lembaga Pendidikan Tinggi, apalagi Unindra yang didirikan tahun 2004, dosen tetap di Unindra yang saat ini berjumlah 1.121 orang sebagian besar adalah dosen muda, karena saat itu memang dibolehkan dosen berpendidikan S2, sehingga butuh waktu untuk meningkatkan kualifikasi dosen dari S2 ke S3, sehingga butuh waktu untuk menjadikan dosen muda menjadi Doktor.
Berbagai upaya sudah dilakukan dengan memberikan bantuan beasiswa kepada Dosen untuk studi lanjut ke S3, karena keuangan di Unindra juga tidak sebesar Universitas lain yang berbayar mahal, karena sebagaimana Visi Unindra adalah memberikan kesempatan kepada Generasi Penerus Bangsa untuk menyelesaikan pendidikan tinggi, sehingga biaya kuliah di Unindra sangat murah, dan terjangkau masyarakat.
Aturan lain yang dikelarkan Kemenristekdikti nomor 44 tahun 2024, adalah Mewajibkan Dosen agar berpenghasilan atau Gaji diatas Upah Minimal Provinsi (UMP) ini juga menjadi beban pengelola Lembaga Pendidikan Tinggi, karena selama ini Gaji Pokok Dosen di Unindra sudah sama dengan Perguruan Tinggi Negeri, jadi kalau sesuai ketentuan baru, harus dinaikkan diatas UMP atau UMR, ini akan membebani lembaga pendidikan tinggi, sebagaimana informasi yang terbaru, Pemerintah juga akan mengenakan Pajak di sektor pendidikan, ini jelas akan membebani pengelola perguruan tinggi, untuk itulah dengan Pemerintahan yang baru, serta dengan institusi Kementerian Pendidikan yang juga baru, khususnya Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, agar bisa meninjau ulang kebijakan-kebijakan yang bisa memberatkan pengelola perguruan tinggi, Pemerintah harus berpihak kepada masyarakat kecil, agar Generasi Penerus Bangsa bisa menyelesaikan pendidikan tinggi dengan biaya yang murah dan terjangkau, dan Subsidi kepada Perguruan Tinggi agar ditingkatkan, pintanya.
Diakuinya bahwa Pandemi Covid 19 beberapa tahun lalu telah berdampak kepada Unindra maupun perguruan tinggi lain, dimana banyak Mahasiswa yang putus kuliah hingga tidak bisa menyelesaikan program Sarjana, bahkan hingga saat ini 6.000 mahasiswa yang telah selesai studi di Unindra namun mereka tidak bisa mengambil ijazah, karena tidak mampu menyelesaikan adminstrasi, padahal biaya kuliah di Unindra 1.300.000,- (Satu juta tiga ratus ribu rupiah) persemester, atau sekitar 200 ribu rupiah perbulan, kalau uang kuliah di naikkan bisa berdampak berkurangnya jumlah mahasiswa, sehingga akan mengurangi kesempatan bagi lulusan SMA/K atau yang sederajat untuk menyelesaikan Sarjana, padahal bangsa ini punya tanggungjawab untuk mencerdaskan kehidupan bagsa, ungkap Prof Sumaryoto.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-DIKTI) Wilayah III Jakarta, Prof Toni Toharudin dalam sambutannya Mengapresiasi Unindra sebagai salah satu perguruan tinggi yang telah lama berdiri dalam berkontribusi yang sangat luar biasa, mencetak generasi yang berdaya saing, di dalam mencetak generasi yang berintegritas juga berkomitmen untuk membangun negeri yang tercinta, dan hari ini kita telah melihat hasil dari upaya kerja keras tersebut, dengan melepas Mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas Akademik, dan Wisuda ini adalah wujud nyata dari keberhasilan yang dijalankan selama menempuh studi di Unindra.
Bagi para wisudawan wisudawati tidak boleh berhenti sampai di sini, namu dengan gelar Sarjana yang telah disandang, bukanlah akhir dari perjalanan, namun merupakan awal dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara, hari ini adalah awal perjalanan anda sebagai Agent of Change atau agen perubahan di masyarakat.
Saya ingin menyampaikan beberapa pesan penting yang bisa menjadi pedoman kalian ke depan, pertama manfaatkan ilmu yang anda raih, dimana ada tanggung jawab besar di pundak kalian, gunakan ilmu untuk membawa perubahan di lingkungan sekitar atau tempat kerja anda, Jadilah pemimpin yang peduli, Jadilah pemimpin yang inovatif, yang mampu menghadapi tantangan Global saat ini.
Yang kedua teruslah belajar dan terus selalu berinovasi, dunia berubah dengan cepat, terutama di era digital dan revolusi industri 4.0 menuju 5.0 jangan berhenti belajar, Jadilah pribadi yang aktif Jadilah pribadi yang terus berusaha untuk meningkatkan kompetensi, yang ketiga menjaga integritas dan juga etika, sebagai lulusan Universitas kalian, sehingga diharapkan menjadi Teladan di masyarakat, jaga integritas dan etika di dalam setiap langkah kalian, hal ini adalah pondasi yang akan menentukan keberhasilan anda di masa depan, dan yang keempat bangun kolaborasi untuk pembangunan berkelanjutan, saat ini kolaborasi menjadi kunci utama di dalam menyelesaikan permasalahan yang kompleks, dan terus bangun jaringan untuk menciptakan solusi yang berdampak luas.
Saya juga ingin mengapresiasi kepada UNINDRA di dalam menghasilkan lulusan-lulusan sekarang ini sudah yang kompeten, upaya universitas di dalam menjaga kualitas pendidikan, mengembangkan riset dan juga melaksanakan pengabdian masyarakat, semoga UNINDRA terus menjadi pelopor di dalam negeri, dalam mencetak generasi muda yang cerdas, generasi muda yang kreatif dan juga generasi muda yang percaya diri, tegas Prof Toni Toharudin.
Penghargaan yang tinggi juga diberikan Ketua Pengurus Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (YPLP-PT) PGRI Jakarta, Drs H Diding Zainudin, MM, Yayasan mengapresiasi seluruh Pimpinan, Dosen serta Mahasiswa Unindra sehingga saat ini Unindra terus memperoleh kepercayaan dari masyarakat, dengan jumlah mahasiswa 30 ribu lebih, sehingga Unindra merupakan Universitas dengan mahasiswa terbanyak, dari Universita PGRI di seluruh Indonesia, bahkan Unindra diperdaya pemerintah untuk membuka program S3, hal ini menjadikan perguruan tinggi PGRI pertama dari seluruh perguruan tinggi PGRI dari seluruh Indonesia, yang membuka program Doktor (S3), untuk itu kami mengapresiasi bapak Rektor bersama para dosen dan jajarannya.
Kita bersyukur Unindra juga terus meraih berbagai prestasi baik ditingkat provinsi maupun nasional, ini berkat kerja keras seluruh civitas Unindra, dan dalam pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, Unindra telah berpartisipasi dalam pelestarian seni budaya, melalui pergelaran Wayang Kulit dan bekerjasama dengan beberapa stasiun TV Nasional maupun di Daerah, bahkan Unindra merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang melakukan pergelaran Wayang Kulit di beberapa Universitas di luar negeri, seperti India, Belanda, Rusia, Malaysia serta beberapa negara Asia, ini wujud kepedulian sosial dan Pengabdian Masyarakat.
Bagi para Wisudawan yang akan masuk di dunia kerja hendaknya bisa melakukan adaptasi, dan lakukan penyesuaian sebagaimana hasil pembelajaran di Unindra, untuk bisa sampai pada peningkatan kualitas dan integritas, bangunlah suasana yang kondusif penuh kepekaan di lingkungan kita, bangun juga sikap rendah hati, pintanya.
Ketua PGRI Provinsi Daerah Khusus Jakarta Dr. H Adi Dasmin, MM, mengungkapkan bahwa di Indonesia memiliki sekitar 4.500 perguruan tinggi dengan meluluskan 600 ribu sampai 700 ribu sarjana setiap tahun, sementara kalau kita melihat negara lain, seperti Amerika Serikat memiliki sekitar 4.000 perguruan tinggi, dan setiap tahun meluluskan sekitar 2 juta, di Tiongkok (China) dengan 2.500 Universitas bisa meluluskan 8 juta Sarjana setiap tahun, demikian juga India dengan mampu mencetak 2,5 juta setiap tahun, sehingga kontribusi perguruan tinggi di Indonesia baru menyumbangkan 35% lulusan SMA/K atau yang sederajat, sementara di negara lain sudah diatas 50%, ini sebuah angka jauh jika dibandungkan di Indonesia, hal tersebut menjadi tantangan Pemerintah saat ini dalam mencetak Sumber Daya Manusia yang unggul.
Dan para Wisudawan merupakan Generasi Penerus Bangsa yang memiliki kesempatan menjadi Sarjana, dimana diluar sana masih banyak pemuda yang tidak bisa melanjutkan hingga ke jenjang Sarjana, serta belum mencapai akses menuju pendidikan tinggi, di negara-negara lain seperti Jerman dan sebagainya sampai 50%, sehingga Wisudawan adalah orang-orang yang berhasil melewati tantangan serta telah menunjukkan ketekunan, Kerja keras, semangat yang luar biasa, sehingga bisa menyelesaikan pendidikan tinggi, di tengah berbagai kehidupan maupun tantangan. Dan anda sangat beruntung bisa mengenyam pendidikan tinggi di Unindra yang biaya kuliahnya sangat terjangkau.
Sebagai seorang Sarjana maupun Magister saudara saatnya untuk memasuki dunia kerja, tentu saja ilmu yang sudah diraih harus diiringi dengan tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata, baik sebagai pemimpin, ilmuwan, pengusaha atau profesional yang bisa mengubah dunia menjadi yang lebih baik, ingat ini bukan akhir tetapi awal untuk menghadapi tantangan yang lebih besar
Dan saya berpesan informasikan kepada sodara, teman yang lulus S1 sekarang ini bisa langsung daftar S2, demikian juga yang sudah Magister bisa langsung daftar program Doktor (S3) di Unindra, dengan pembiayaan yang sangat terjangkau, pinda Dr. H Adi Dasmin (Red)



















