Minggu | 12 April 2026 21:52:57 WIB
MEGAPOLITAN
Paguyuban Jawa Tengah Gelar Halal Bihalal 1447H, Hadirkan 3 Gubernur
RAKYATNASIONAL.COM,- Paguyuban Jawa Tengah Gelar Halal Bihalal 1447H, Hadirkan 3 Gubernur
Paguyuban Jawa Tengah sebagai wadah Perkumpulan Perantau asal Jawa Tengah, bertempat di Aula Bambu Apus, Blok C, Kantor Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Timur, Jalan Dr. Sumarno No.1, Pulo Gebang, pada Minggu 12 April 2026 menggelar kegiatan Halal Bihalal 1447 Hijriah tahun 2026, dan kegiatan Silaturahmi tersebut bertema “Bersatu Dalam Kebersamaan, Harmonis Sepanjang Masa”. Dihadiri 3 Gubernur, diantaranya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur DKI Gubernur DKI Jakarta dua periode, ( 1997–2007 ), Letjen TNI (Purna) H. Sutiyoso serta Gubernur Jawa Tengah yang dalam sambutannya disampaikan secara online. Serta Ketua Dewan Kehormatan PJT yang juga Wantimpres Jenderal TNI (Purn) H Wiranto. Wali Kota Jakarta Timur H Munjirin, serta ratusan hingga perantau asal Jawa Tengah dari berbagai wilayah Indonesia, serta perwakilan paguyuban dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam sambutannya yang disampaikan secara online mengungkapkan, bahwa Kalian semua adalah Duta-duta dari Jawa Tengah di manapun berada termasuk di DKI Jakarta , hendaknya membawa nilai-nilai luhur, kerja keras, tepo seliro dan semangat gotong royong, sebagai ciri khas masyarakat Jawa Tengah.
Dan jarak bukan sebagai penghalang, tapi justru dalam perantauan saudara bisa membangun jejaring membuka peluang untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan Jawa Tengah, baik pemikiran, kolaborasi dan karya nyata, Mari tingkatkan rasa memiliki, ngopeni membangun Jawa Tengah, yang semakin maju dan berkelanjutan, ungkapnya.
Ketua Umum PJT KRAT. H. Leles Sudarmanto Mangun Nagoro, menegaskan bahwa acara HBH 1447H ini merupakan kegiatan rutin tahun Paguyuban Jawa Tengah, dan tema kali ini “Bersatu Dalam Kebersamaan, Harmonis Sepanjang Masa” dan takelin yang sebelumnya "Guyub Gayeng Saklawase", kini ditambahi pak Gubernur Pramono Anung kata Migunani, sehingga takelin menjadi "Guyub Gayeng Migunani Saklawase," semoga takelin ini dapat menyelaraskan masyarakat agar migunani untuk kemajuan Jakarta,dan insyaallah wong Jawa Tengah bisa menjadi penengah pada setiap masalah di negri ini.
Paguyuban Jawa Tengah juga bertanggung jawab dalam pelestarian dan pengembangan budaya Jawa, khususnya di perantauan. dan setiap bulan paguyuban bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten kota menggelar kegiatan pergelaran budaya tradisi masyarakat Jawa di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia indah, dan beberapa Paguyuban maupun komunitas dibawah PJT, dengan sanggar seni tradisi juga turut melestarikan seni budaya tradisi masyarakat Jawa.
Hari ini kami juga berterimakasih kepada Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih Indosiar serta SCTV dan YPP ini sangat luar biasa atas kepedulian terhadap anak Indonesia melalui bantuan peralatan sekolah, ini selaras dengan apa yang dicita-citakan Presiden Prabowo untuk mendidik dan mencerdaskan anak bangsa, tegas KRAT Leles Sudarmanto.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyoroti kontribusi besar warga Jawa Tengah dalam pembangunan ibu kota. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan komunitas perantau menjadi kunci dalam menciptakan inovasi sosial dan ekonomi yang inklusif.
Harmonisasi ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas wilayah mampu melahirkan gagasan baru untuk kesejahteraan bersama, Pemda DKI akan terus mendorong agar PJT terus berperan dan berkontribusi terhadap pembangunan Jakarta, baik dalam aspek ekonomi, budaya, maupun pengembangan sumber daya manusia, harapnya.
Sementara Ketua Dewan Kehormatan PJT, yang juga Wantimpres Jenderal TNI (Purn) Wiranto menegaskan bahwa Paguyuban Jawa Tengah harus menjadi kekuatan sosial yang aktif dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat. Paguyuban Jawa Tengah bukan sekadar wadah nostalgia, tetapi kekuatan kolektif yang menjaga nilai tepa selira dan gotong royong, serta menjadi perekat keberagaman Indonesia.
Jenderal Wiranto juga berpesan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung serta Walikota Jakarta Timur agar menjadi pemimpin yang bisa mensejahterakan masyarakat, pintanya.
Ketua Panitia Pelaksana, Siti Latifah, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Ia menegaskan bahwa Halal Bihalal menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi di perantauan.
“Halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi momen menyatukan hati, menghapus jarak, dan menumbuhkan semangat gotong royong khas Jawa Tengah,” ujarnya.
Ketua Mutis 2026, Dr. Noor Rahmat, S.H., M.Kn., kepada para wartawan juga mengajak seluruh warga Jawa Tengah di Jakarta untuk terus memperkuat kebersamaan serta mendukung program pemerintah, baik di tingkat Provinsi Jawa Tengah maupun DKI Jakarta. (Red)
Paguyuban Jawa Tengah sebagai wadah Perkumpulan Perantau asal Jawa Tengah, bertempat di Aula Bambu Apus, Blok C, Kantor Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Timur, Jalan Dr. Sumarno No.1, Pulo Gebang, pada Minggu 12 April 2026 menggelar kegiatan Halal Bihalal 1447 Hijriah tahun 2026, dan kegiatan Silaturahmi tersebut bertema “Bersatu Dalam Kebersamaan, Harmonis Sepanjang Masa”. Dihadiri 3 Gubernur, diantaranya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur DKI Gubernur DKI Jakarta dua periode, ( 1997–2007 ), Letjen TNI (Purna) H. Sutiyoso serta Gubernur Jawa Tengah yang dalam sambutannya disampaikan secara online. Serta Ketua Dewan Kehormatan PJT yang juga Wantimpres Jenderal TNI (Purn) H Wiranto. Wali Kota Jakarta Timur H Munjirin, serta ratusan hingga perantau asal Jawa Tengah dari berbagai wilayah Indonesia, serta perwakilan paguyuban dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam sambutannya yang disampaikan secara online mengungkapkan, bahwa Kalian semua adalah Duta-duta dari Jawa Tengah di manapun berada termasuk di DKI Jakarta , hendaknya membawa nilai-nilai luhur, kerja keras, tepo seliro dan semangat gotong royong, sebagai ciri khas masyarakat Jawa Tengah.
Dan jarak bukan sebagai penghalang, tapi justru dalam perantauan saudara bisa membangun jejaring membuka peluang untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan Jawa Tengah, baik pemikiran, kolaborasi dan karya nyata, Mari tingkatkan rasa memiliki, ngopeni membangun Jawa Tengah, yang semakin maju dan berkelanjutan, ungkapnya.
Ketua Umum PJT KRAT. H. Leles Sudarmanto Mangun Nagoro, menegaskan bahwa acara HBH 1447H ini merupakan kegiatan rutin tahun Paguyuban Jawa Tengah, dan tema kali ini “Bersatu Dalam Kebersamaan, Harmonis Sepanjang Masa” dan takelin yang sebelumnya "Guyub Gayeng Saklawase", kini ditambahi pak Gubernur Pramono Anung kata Migunani, sehingga takelin menjadi "Guyub Gayeng Migunani Saklawase," semoga takelin ini dapat menyelaraskan masyarakat agar migunani untuk kemajuan Jakarta,dan insyaallah wong Jawa Tengah bisa menjadi penengah pada setiap masalah di negri ini.
Paguyuban Jawa Tengah juga bertanggung jawab dalam pelestarian dan pengembangan budaya Jawa, khususnya di perantauan. dan setiap bulan paguyuban bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten kota menggelar kegiatan pergelaran budaya tradisi masyarakat Jawa di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia indah, dan beberapa Paguyuban maupun komunitas dibawah PJT, dengan sanggar seni tradisi juga turut melestarikan seni budaya tradisi masyarakat Jawa.
Hari ini kami juga berterimakasih kepada Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih Indosiar serta SCTV dan YPP ini sangat luar biasa atas kepedulian terhadap anak Indonesia melalui bantuan peralatan sekolah, ini selaras dengan apa yang dicita-citakan Presiden Prabowo untuk mendidik dan mencerdaskan anak bangsa, tegas KRAT Leles Sudarmanto.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyoroti kontribusi besar warga Jawa Tengah dalam pembangunan ibu kota. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan komunitas perantau menjadi kunci dalam menciptakan inovasi sosial dan ekonomi yang inklusif.
Harmonisasi ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas wilayah mampu melahirkan gagasan baru untuk kesejahteraan bersama, Pemda DKI akan terus mendorong agar PJT terus berperan dan berkontribusi terhadap pembangunan Jakarta, baik dalam aspek ekonomi, budaya, maupun pengembangan sumber daya manusia, harapnya.
Sementara Ketua Dewan Kehormatan PJT, yang juga Wantimpres Jenderal TNI (Purn) Wiranto menegaskan bahwa Paguyuban Jawa Tengah harus menjadi kekuatan sosial yang aktif dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat. Paguyuban Jawa Tengah bukan sekadar wadah nostalgia, tetapi kekuatan kolektif yang menjaga nilai tepa selira dan gotong royong, serta menjadi perekat keberagaman Indonesia.
Jenderal Wiranto juga berpesan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung serta Walikota Jakarta Timur agar menjadi pemimpin yang bisa mensejahterakan masyarakat, pintanya.
Ketua Panitia Pelaksana, Siti Latifah, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Ia menegaskan bahwa Halal Bihalal menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi di perantauan.
“Halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi momen menyatukan hati, menghapus jarak, dan menumbuhkan semangat gotong royong khas Jawa Tengah,” ujarnya.
Ketua Mutis 2026, Dr. Noor Rahmat, S.H., M.Kn., kepada para wartawan juga mengajak seluruh warga Jawa Tengah di Jakarta untuk terus memperkuat kebersamaan serta mendukung program pemerintah, baik di tingkat Provinsi Jawa Tengah maupun DKI Jakarta. (Red)



















