RAKYATNASIONAL.COM
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Kamis | 10 Mei 2018 | 16:42:30 WIB

HIBURAN

Ki Anom Suroto Apresiasi Unindra Yang Bukansaja Nguri-uri tetapi juga Nguripi Wayang Kulit

REDAKSI - RAKYATNASIONAL.COM
Ki Anom Suroto Apresiasi Unindra Yang Bukansaja Nguri-uri tetapi juga Nguripi Wayang Kulit
RAKYATNASIONAL.COM,- Ki Anom Suroto : Unindra Bukansaja Nguri-uri tetapi juga Nguripi Wayang Kulit Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) sebagai salahsatu Lembaga Pendidikan Tinggi di Jakarta, bisa menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya, karena sebagai lembaga pendidikan, Civitas Akademika Unindra memiliki tanggungjawab dalam melestarikan dan mengembangkan kesenian Wayang Kulit maupun Wayang Orang, bahkan para penabuh Gamelan (Pengrawit) maupun penyanyi (Sinden) bukan saja orang jawa, melainkan ada yang dari suku Sunda, Batak dan Melayu, melalui sanggar Kesenian Unindra juga dikembangkan Seni Wayang Orang maupun Tari-tarian dari beberapa daerah di Indonesia. Dalang Kondang dari Surakarta, Ki Anom Suroto bahkan mengapresiasi Unindra yang secara rutin menggelar Wayang Kulit serta mempergelarkan Wayang Kulit pada iven-iven khusus, seperti Peringatan Hari Kartini yang live di TVRI dari awal hingga selesai pergelaran, sehingga yang menikmati  bukan saja yang ada di Studio TVRI tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia maupun warga negara lain yang bisa memperoleh siaran TVRI. Apresiasi juga diungkapkan Ki Anom Suroto, bahkan menurutnya Unindra bukan saja Nguri-iru Wayang Kulit, tetapi lebih dari itu yaitu Nguripi (Menghidupi) Kesenian Wayang Kulit, dengan memberikan kesempatan pada seluruh pemain termasuk Sinden dan Pengrawit tampil didepan masyarakat luas, dan dirinya juga berharap pada Pemerintah yang memiliki kewenangan untuk membina, melalui kebijakannya agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas Kesenian Wayang Kulit, harapnya. Rektor Unindra Prof. H Sumaryoto juga mengaku bahwa pergelaran Wayang Kulit bersama Ki Anom Suroto dan Ki Bayu Aji serta Pramirza Fadhlansyah, adalah bagian dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi ketiga, yaitu “Pengabdian Masyarakat”, sekaligus melestarikan budaya bangsa yaitu Kesenian Wayang Kulit, ini merupakan kegiatan rutin dan berkesinambungan, bahkan untuk pergelaran di TMII, Unindra menggelar 2 kali dalam setahun, sehingga akan lebih banyak masyarakat luas yang dapat menyaksikan Kesenian Wayang Kulit, tegasnya. Menurutnya Wayang Kulit sebagai kesenian tradisional, bukan saja tontonan tetapi juga tuntunan, untuk itu Unindra  terus berupaya memperbaiki akhlak seluruh Mahasiswa agar berbudi pekerti luhur, sebagaimana yang di paparkan dalam setiap cerita pewayangan, tambah Prof Sumaryoto. (Pry)
News Update